Kamis, 29 Oktober 2009

HARI PERTAMA SMA

S
ebentar lagi aku akan meninggalkan rok biruku, oh aku aan jadi siswa menengah atas, memakai rok abu-abu. Senangnya. Kupilih MAN (Madrasah Aliyah Negeri) sebagai pilihanku. Walau berlawanan dengan sekolahku sebelumnya.
Heran ... kok banyak banget sih ... kakak kelasku yang pake jilbab lebar-lebar lagi, malah ada yang lebih panjang jilbabnya dari pada bajunya. Kayaknya ga’ usah pake baju lagi, pakai jilbab aja sudah tertutup semua, dijamin deh ga’ bakal kelihatan badannya ya kan sobat, kerudungnya guede bang..get.
Di sini juga kakak-kakak kelasku banyak yang cakep-cakep. Tapi ya ampun ... cakep-cakep matanya juling! Abis nunduk kebawah melulu kalau jalan, dan kalau berpapasan dengan perempuan matanya seperti melihat kebawah, kearah lain tidak fokus pada jalanan yang didepannya, malah bawaannya nunduk melulu. Ada yang hilang, ya kak ?
Akhirnya Masa Orientasi Sekolah (MOS) dimulai, setelah dikerjain sama kaka-kakak senior habis-habisan, tibalah pemilihan siswa terbaik. Ah walau slalu dikerjain. Aku masih bisa menjadi salah satu diantara siswa-siswa yang terbaik di pemilihan siswa MOS, senangnya.
Hari ini pelepasan baju SMP ku, baju putih, kerudung di tambah rok abu-abu kulangkahkan kakiku kesekolah. Setelah MOS kemarin kini pembagian kelas tetap untuk seluruh siswa baru. Aduh ... ribet ... ribet bangeet, kerudung ini. Berdiri seorang perempuan sambil mengipas-gipas jilbab lagaknya kipas ... astagfirullah, Eci nanti ada laki-laki masuk di kelas sahutku, kamu tu, sama saja dengan teman sebangku-ku sana, Saroh namanya satu kelas waktu SMP. Orangnya cantik, kaya dan pintar, bagus dong potong ku tapi ya ampun kok orang sepintar dia mau sih pake jilbab lebar-lebar, kuno seperti itu? Astagfirullah, sekarang kamu udah menjadi bagian dari sekolah ini, ikutin dong aturannya, ini Madrasah Aliyah bukan sekolah negeri potongku. Tapi ada yang membuatku sadar waktu kutanya kenapa dia begitu, dia malah balik bertanya lanjutnya.
“Ci ... kamu pernah lihat barang-barang yang dijual dan dipajang di etalase toko?

Aku mengangguk.
“Kamu juga pernah lihat barang-barang yang di jual di emperan atau pinggiran jalan? Terbuka dan tidak diberi pelindung kaca ataupun benda lainnya?
Lagi-lagi aku mengangguk.
“Kamu tahu harganya mahal mana yang di toko atau yang diemperan jalan?
“Ya jelas yang di toko!”
“Begitu juga dengan perempuan. Perempuan yang ditutup auratnya akan lebih terjaga, terlindungi dengan pakaiannya, tidak ada lelaki iseng yang bakal berani kurang ajar terhadapnya. Sekarang mulia yang mana yang ditutup atau yang dibuka?
Aku mulanya seperti kena sindiran yang keras, jadi menurutnya aku adalah barang yang dijual di emperan? Dan harganya lebih murah? Hhh ... penghinaan! Loh .. kok murahnya sama saya. Tapi kalau dipikir-pikir betul juga, potongku.
Assalamu’alaikum Sarah .... Wa’alaikum salam jawabnya, lama-lama kamu juga akan terbiasa akan keadaan seperti ini, ia mulai membuka percakapan kami. “Jilbabku bukan simbol belaka”. Sarah mengulangi kalimatnya sehingga begitu jelas ditelingaku.
“Empat tahun yang lalu, semenjak ditetapkanya tanggal 4 September sebagai hari solidaritas jilbab internasional, upaya diskriminasi dan pelanggaran terhadap jilbab masih saja marak. Padahal sudah jelas-jelas Al-Qur’an mewajibkan perempuan muslimah berjilbab, seperti termaktub dalam surat cinta-Nya.
“Katakanlah merka menahan pandangannya dan memeilihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa tmapaknya darinya, dan hendaklah mereka menutup kain kerudung kedadanya”.
Meski banyak upaya pelanggaran yang dilakukan pihak-pihak yang tidak mempunyai, namun Al-hamdulillah jilbab tidak menjadi momok dinegeri tercinta kita ini. Wah sungguh aku terkagum padanya. Bahkan kita cenderung aman jika terlindung dibaliknya sudah aman, mendapatkan pahala. Hingga akhirnya kita bisa dengan bangga berkata “Jilbabku bukan sekedar simbol belaka”. Tapi ternyata saidari muslimah kita dinegara-negara lain sedang diberi cobaan oleh Allah, semoga mereka selalu dilindungi Allah, serentak Amin .... (kabulkanlah).
Tahun 1981, Turnisia meratifikasi undang-undang nomor 108 yang melarang wanita muslimah berjilbab di lembaga-lembaga pemerintahan. Akhirnya, ribuan muslimah disingkirkan dari pegawai pemerintahan dan pusat-pusat pendidikan. Tahun 1990-an, Menteri Urusan Agama Turnisia, juga mengeluarkan statemen bahwa jilbab tidak sesuai dengan warisan budaya Turnisia. Ia juga menilai jilbab sebagai “Fenomena asing dalam masyarakat. Satu demi satu ia bacakan pidato melalui laptop mungilnya.
Tahun 2002, seorang pekerja wanita muslimah bernama Dalila Tahiri di Perancis, dipecat perusahaan tempatnya bekerja selama delapan tahun, lantaran menolak melepas jilbab yang dikenakannya saat bekerja. Pada 17 Desember 2002 Dalila berhasil memenangkan kasusnya dipengadilan. Pihak perusahaan diwajibkan membayar uang ganti rugi dan membayar gaji Dalila semenjak pemecatannya dan kembali memperkerjakannya kembali di perusahaan tersebut.
Pemerintah Perancis mengeluarkan undang-undang anti jilbab yang melarang pemakaian jilbab bagi pelajar dan mahasiswa muslimah di skeolah dan dikampus pada 10 Februari 2004. kemudian Maret 2006 di Belanda, Geert Wilders mengusulkan larangan mengenakan bulgar.” Seorang perempuan yang berjalan-jalan dijalan dengan seluruh badan tertutup adalah sebuah penghinaan pada semua orang yang menyakini persamaan hak,” ini diberlakukan secara nasional di seluruh wilayah Belanda pada tahun 2006.” Delapan dari 16 negara bagian Jerman Juni 2006, melakukan aksi pelanggaran jilbab di sekolah-sekolah umum Jerman. Diantaranya Badan Wurstimberg, Berlin, Saarland, Lowersaxony, Bayern, dan North rhi ne West Phalia. Selanjutnya pemerintahan Turnisia melarang murid-murid perempuan dan mahasiswanya memakai jilbab di sekolah dan dikampus juga “Mengharamkan” wanita berjilbab masuk dan dirawat di rumahs akit negara. Selain itu pemerintah juga melarang ibu-ibu hamil melahirkan anaknya di rumahs akit negara lantaran berjilbab. Di Maroko, kementrian pendidikan menghapus sebuah teks ayat suci Al-Qur’an tentang seruan menutup aurat dengan berdalih untuk mencegah munculnya golongan ekstrim ”Anti ... terlintas nama itu seketika. Sahabatku di negeri seberang, oh ... bagaimana kabarnya kini.” Ya Allah semoga saudari muslimah yang ada di belahan bumi sana diberikan ketabahan.
Ternyata di dunia internasional pun penggunaan jilbab juga banyak dipermasalahkan. Stigmanya bermula dari jilbab hanya sebagai simbol keagamaan, sampai dengan jilbab bisa mencelakai orang lain yang berada disekitarnya. Padahal jilbab bukan seperti tokok, yang jika kita berada disekitarnya, lama-lama akan terancam kematian. Jika rokok saja bisa diterima di masyarakat dunia, kenapa tidak dengan jilbab.
Gelenganku rasanya sudah penuh dan semakin berat, usahaku selama ini ingin memiliki banyak buku-buku islam kini akan segera terkabulkan dan menimbun buku-buku islam, berharap suatu saat kelak buku itu semakin banyak sehingga aku bisa mendirikan perpustakaan khusus Islam. Jauh dari harapanku, sejak tadi buku-buku yang kucari belum juga kutemukan, rasanya para pemilik toko yang kukunjungi mungkin merasa heran padaku. Sejak dari tadi melihatku mondar-mandir hingag tak terhitung, entah sudah berapa kali aku mondar-mandir di pasar itu. Sedangkan toko besar, supermarket yang kukunjungi di daerahku, banyak kulihat buku komik hingga kumpulan cerpen banyak mengenai moderenisasi dan lebih menonjolkan pada kehidupan duniawi semata. Bahkan buku-buku islam, komik maupun tayangan di media massa islam hampir tak ada lagi “Punah”. Benar kini keinginan untuk menghancurkan islam melalui kebudayaan hingga media massa mulai mendapat titik terang, budaya barat yang masuk dibumi pertiwi inipun disambut dengan tangan terbuka oleh masyarakat.
Tanpa sadar, senyumku mulai mengembang apa yang kucari, sudah berara dihadapanku, dinding appan dengan ruangan sempit berbentuk persegi dan didepannya diatas tikar tersusun buku-buku bertemakan islam. ”Astaga”, tidak mudah kupercaya tapi ini kenyataan. Sekali lagi ku cubit pergelangan tanganku. Ya allah, apa yang terjadi?
Berdiri kokoh seorang laki-laki setengah baya mengenakan kopiah memandangku dengan senyum kecilnya. Ya Allah begitu sulit kupercaya “Dik mau cari apa?” tersentak, namun kuberusaha tersenyum.” Buku om”. Aku mencari buku-buku mengenai islam, dengan senyum kecilnya, seraya membuka percakapan kami.
Ketika diperjalanan pulang, kulihat beberapa anak-anak mengenakan pakaian serba kusam, sedikit robek menadahkan tangannya pada setiap orang yang lewat” Bu, uangnya minta bu” Pak uangnya pak!” “Kak uangnya kak” sambil menarik-narik baju atau merangkul tangan setiap orang yang berada di sekitarnya. Aku tidak tahu sama atau tidak, seperti yang ditemukan oleh Polda beberapa hari yang lalu. Khususnya di media masa televisi. Dengan alasan menadahkan tangan dapat mengurangi beban orang tua mereka. Benar atau tidak aku hanya bisa bersyukur “Al-hamdulillah” kepada Allah masih bisa mengenakan pakaian yang lebih baik, dapat bersekolah dan mempunyai orang tua yang penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. Tak terasa air mata menetes di balik celah mata ini, kadang kita tnapa sadar, aku dan ribuan manusia di dunia ini mempunyai kelebihan dan kekurangan yang patut disyukuri. Kucoba ke arah terminal dan duduk tepat disebelah wanita berjilbab besar itu. Ia tersenyum padaku, sebaliknya kubalas senyumnya. Di colek pundak seorang wanita berjilbab lebar disebelahku dia menoleh kaget begitu denganku. “Tolonglah mbak sedekahnya sudah 3 hari tidak makan!” kami terkejut sebentar, kemudian kami merogohkan kantong dan memberinya selembar uang bergambar Pahlawan Pattimura itu, lekas ia pergi dari hadapan kami.
Bersambung......!!!!!

TENSES

TENSES
Bentuk-Bentuk Waktu

Dalam bahasa inggris ada enam belas bentuk waktu.

I. Simple Present Tense (waktu sekarang sederhana)
Rumus

Kegunaan bentuk waktu ini adalah:
a. Untuk menyatakan suatu pembuatan yang bisa di lakukan
• My father go to office every day = ayah saya pergi ke kantor setiap hari

b. Untuk menyatakan suatau kebenaran yang tak dapat di bantah
• A week has seven days = seminggu ada tujuh hari

Catatan :
Kata kerja (Verb) dalam bahasa inggris itu dapat berubah menjadi tiga bentuk, yaitu:
1. Present tense
2. Past tense
3. Past participle

Perhatikan skema di bawah ini :

Presen tanse Past tense Past participle Meaning
Go
Speak
Eat Went
Spoke
Ate
Gone
Spoken
Eaten
Pergi
Berbicara
Makan

Karena kita baru berbicara tenteng presentase tense, maka kata kerja yang kita pergunakan adalah kata kerja bentuk pertama (present tense). Apabila yang menjadi pokok kalimat itu orang ketiga tunggal, maka bentuk kata kerja pertama (infinitive) akan mengelami perubahan, seperti:





II. Present continuous tense (waktu berlangsung sekarang).
Rumus

Kegunaan bentuk waktu ini adalah :
a. Untuk menyatakan perbuatan yang sedang berlangsung seperti :
• We are studying arabic now = kami sedang mempelajari bahasa arab sekarang.
b. Untuk menyatakan perbuatan yang akan datang , seperti:
• I am going to baliu again = saya akan pergi ke bali lagi

III. Present Perfect Tense (Waktu Selesai Sekarang)
Rumus

Kegunaan bentuk ini adalah:
a. Untuk menyatakan perbuatan yang di lakukan waktu lampau dan masih berlangsung hingga sakarang, seperti:
• I have taught english since twoyears ago = saya telah mengajar bahasa inggris sejak dua tahun yang lalu.
b. Untuk menyatakan perbuatan yang telah selesai secara sempurna, seperti:
• I have eaten = saya telah makan
• He has writen = dia telah menulis
c. Untuk menerangkan suatu perbuatan ulangan pada waktu yang tidak menentu sebelum sekaran, seperti:
• I have already seen him = saya sudah menjumpainya

IV. Present Perfect continuous tense (waktu selesai dengan berlangsung sekarang)
Rumus
Bentuk ini dipergunakan untuk menyatakan perbuatan yang di mulai pada waktu lampau dan masih berlangsung hingga sekaran.
- She has been staying at my house this year = dia sudah tinggal di rumah saya tahun ini.

V. Simple past tense (waktu lampau sederhana)
Rumus
Bentuk ini dipergunakan untuk menyatakan suatau perbuatan yang telah terjadi pada waktu lampau dalam bentuk sederhana dan diketahui waktu terjadi itu. Seperti:
- I went to bali yesterday = saya pergi ke bali kemarin

VI. Past continuous tense (waktu berlangsung lampau)
Rumus
Bentuk ini di pergunakan untuk:
a. Untuk menyatakan perbuatan perbuatan yang sedang yang terjadi pada waktu lampau.
- While I was bathing in the river I heard a fearful cry = ketika aku mandi di sungai itu, aku mendengar jeritan yang menakutkan.

VII. Past perfect tense (waktu selesai lampau)
Rumus
Bentuk ini di pergunaikan untuk mnyatakan suatu perbuatan yang telah selesai sebelum suatu perbuatan lain di lakukan pada masa lampau. Seperti:
- When my father arrived, I had writen the letter = ketika ayah saya tiba, saya menulis surat itu.

VIII. Past perfect continuous tense (waktu sedang berlangsung selesai lampau)
Rumus
Bentuk ini di pergunakan untuk menyesal perbuatan yang telah di mulai dan masih berlangsung pada waktu lampau. Seperti:
- When she came to bali in 2000, I had already been living there about there years = ketika dia datang ke bali pada tahun 2000, saya telah tinggal di sana sekitar tiga tahun.

IX. Simple future tense (waktu akan datang sederhana)
Rumus
Bentuk ini dipergunakan untuk menyatakan suatu perbutan yang akan datang. Seperti:
- I will post the letter = saya akan mengeposkan surat itu

X. Future cntinous tense (waktu sedang berlangsung akan datang)
Rumus
Bentuk ini depergunakan untuk menunjukan suatau perbuatan yang akan sedang terjadi. Seperti:
- I will be writing at six o`clok tomorrow morning = saya akan menulis pada jam enam besok pagi

XI. Future perfect tense (waktu selesai akan datanag).
Rumus
Bentuk ini di pergunakan untuk menyatakan suatau perbuatan yang sudah di mulai pada waktu lampau, dan segera selesai pada waktu yang akan datang seperti:
- I will have done my work by the and of this year = saya akan selesai mangerjakan pekerjaan saya menjelang akhir tahun ini.

XII. Future perfect continuous tense (waktu sedang berlangsung selesai akan datang)
Rumus
Bentuk ini pengertianya adalah future perfect, tetapi kemungkinan masih di lanjutkan pada waktu mendatang.
- By the end of this year I will have been studying arabic for two years = menjelang akhir tahun ini saya sudah mempelajari bahasa arab selama dua tahun.




XIII. Past future tense (waktu akan datang lampau)
Rumus
Bentuk ini di pergunakan untuk menyatakan suatau perbutan yang akan datang yang di lakukan pada waktu lampau: seperti:
- I would go to jakarta the following day = saya akan pergi ke jakarta pada waktu berikutnya

XIV. Past future continuous tanse (waktu akan sedang terjadi pada waktu lampau)
Rumus
Bentuk ini di pergunakan untuk menyatakan suatau perbuatan yang akan sedang di lakukan pada waktu lampau. Seperti
- I would be taking an examination at this time the following day = saya akan sedang menempuh ujian hari berikutnya waktu ini.

XV. Past future perfect tense (waktu akan sudah selesai pada w3aktu lampau)
Rumus
Bentuk ini di pergunakan untuk menyatakan suatu pakerjaan yang tidak mungkin terjadi syaratnya tidak terpenuhi pada waktu lampau.
- I would have graduated if I had studied hard = saya akan sudah tamat sekolah seandainya tidak saya belajar giat.

XVI. Past future perfect continuous tense (waktu akan sudah sedang berlangsung pada waktu lampau)
Rumus
Bentuk ini sama halnya future perfect continuous dalam bentuk lampau. Seperti.
- By the end on this month last semester, I would have been studying english for three years = menjelang akhir bulan ini semester yang lalu, saya akan sudah belajar bahasa inggris salama tiga tahun.

Selasa, 29 September 2009

Jenis-Jenis Teks Bahasa Inggris

Ini adalah ringkasan dari beberapa jenis teks / genres yang paling dominan dalam konteks Budaya Bahasa Inggris yang diajarkan dari SMP Kelas 7 sampai SMA Kelas 12. Materi ini diadaptasi dari Making Sense of Functional Grammar (Gerot and Wignell, 1994) serta Presentasi oleh Helena I.R. Agustien Phd

Genres Social Function (Tujuan / Fungsi Sosial) Generic Structure (Struktur) Significant Lexicogrammatical Features (Ciri – ciri yang menonjol)
Narrative To amuse, entertain, and to deal with actual or vicarious experiences in different ways. (Untuk menghibur pembaca melalui cerita).
a. Orientation: Sets the scene and introduces the participants. (Memperkenalkan tokoh dan setting).
b. Complication : A crisis arises (Munculnya masalah).
c. Resolution : the crisis is resolved (Terselesainya masalah).
d. Evaluation : A stepping back to evaluate the plight. (Melangkah ke belakang untuk memikirkan nilai / makna sebuah peristiwa, bisa ada dan tidak)
e. Reorientation : Optional (Bisa ada / atau tidak ada fungsinya menyimpulkan isi cerita )
a. Focus on specific usually individualized participants. (Fokus pada tokoh – tokoh tertentu secara individu).
b. The use of Simple Past (Penggunaan Tenses Masa Lampau)
c. The use of temporal conjunction (Penggunaan kata penghubung yang menunjukkan waktu ex : After, before, when dll).
d. The use of noun phrases (Penggunaan frasa kata benda yang kaya dengan adjective misalnya : long black hair, two red apples.

Descriptive To describe a particular person, place or thing (Untuk menggambarkan orang, benda, atau tempat tertentu secara khusus)
a. Identification : Identifies phenomenon ( Mengidentifikasi / pengenalan fenomena / hal yang dideskripsikan).
b. Description : Menggambarkan bagian, kualitas, maupun ciri – ciri)

a. The Use of Simple Present Tense (Penggunaan Simple Present Tense).
b. Focus on Specific Participant (Fokus kepada Hal / orang / tempat secara khusus)

Recount Text is To tell events for the purpose of informing or entertaining (Melaporkan peristiwa, kejadian atau kegiatandengan tujuan memberitakan atau menghibur)
a. Orientation : Provides the setting and introduces the participants (yaitu memberikan informasi tentang apa, siapa, di mana dan kapan).
b. Events : Tell what happened in what sequence ( Laporan urutan kegiatan yang biasanya disampaikan secara berurutan)
c. Reorientation : Optional – closure of events. (biasanya berisi komentar pribadi / penilaian jika ada

a. Use of past tense : Penggunaan waktu masa lampau)
b. Focus on temporal sequence (Fokus pada urutan waktu dengan kata – kata penghubung yang menunjukkan waktu mis : when, after, then dsb).
c. Noun dan noun phrases.
Genres Social Function (Tujuan / Fungsi Sosial) Generic Structure (Struktur) Significant Lexicogrammatical Features (Ciri – ciri yang menonjol)

Report Text is To describe the way things are with reference to a range of natural, man – made and social phenomenon in our environment. (Menyampaikan informasi tentang sesuatu, apa adanya, sebagai hasil pengamatan. Yang dideskripsikan dapat meliputi gajala alam, lingkungan, benda buatan manusia, atau gejala-gejala sosial)
a. General Classification: tells what the phenomenon under discussion is ( Pernyataan secara umum yang menjelaskan tentang objek yang dideskripsikan. Keterangan, dan klasifikasinya).

b. Description : tells what phenomenon under discussion is like in terms of parts, qualities, habits, or behaviors (if living) or uses (if non-natural) (Memberikan penjelasan tentang hal yang dideskripsikan. kalau hal yang dideskripsikan merupakan benda hidup maka bisa dideskripsikan bgian – bagiannya, kualitasnya, kebiasaanya, atau perilakunya. Kalau benda mati maka yang dideskripsikan adalah kegunannya)

a. Focus on generic participants : Fokus pada hal secara umum.
b. Use of Present Tense (Unless extinct) (Pengunaan Present Tense kecuali kalau benda itu sudah punah.

Procedure text is To describe how something is accomplished through a sequence of actions or steps (Menjelaskan bagaimana mencapai sebuah tujuan dengan memberikan serangkaian langkah / tindakkan)
a. Goals (Tujuan yang hendak dicapai, biasanya ada dalam judulnya)
b. Materials (Bahan – bahan, tidak semua jenis teks Prosedur ada).
c. Steps A series of steps oriented to achieve the goal (Sejumlah langkah untuk mencapai tujuan.

a. Use of simple present Tense often imperative (Penggunaan Simple Present Tense, sering kali merupakan kalimat perintah).
b. Use mainly of temporal conjunction / connectives (penggunaan kata untuk mnerangkan waktu misalnya then, after that)
c. Penggunaan action verbs (Cut, Mix.

Analytical Exposition Text is To persuade the reader or listener that something is the case. (Untuk meyakinkan dan mempengaruhi pembaca atau pendengar bahwa ada masalah yang perlu mendapat perhatian)
a. Thesis Position: Introduces topics and indicates writer’s position. (Memberitahukan topic dan menunjukkan pendapat penulis).
b. Arguments Points : Menjelaskan argument dan elaborasi (dijelaskan secara mendetail
c. Reiteration : Restates writer position : Menjelaskan kembali posisi penulis atau penguatan kembali posisi penulis:

General nouns, misalnya car, pollution, leaded petrol car, dsb.•
Abstract nouns, misalnya policy, government, dsb.•
Technical verbs, misalnya species of animals, dsb.•
Relating verbs, misalnya It is important, dsb.•
Action verbs, misalnya She must save, dsb.•
Thinking verbs, misalnya Many people believe, dsb•
Modal verbs, misalnya we must preserve, dsb.
• Modal adverbs, misalnya certainly, we, dsb.
• Connectives, misalnya firstly, secondly,dsb.
• Bahasa evaluatif, misalnya important, valuable, trustworthy, dsb.
* Kalimat pasif

Hortatory Exposition Text is To persuade the reader that something should or should not be the case. (Meyakinkan kepada pembaca bahwa sesuatu seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan)

a. Thesis : announcement of issue concern (Menjelaskan tentang hal yang dibahas)
b. Arguments : Reasons for concerns, leading to recommendation (Alasan yang digunakan yang menuju pada rekomendasi tentang apa yang seharusnya / tidak seharusnya dilakukan)
c. Statement : statement of what ought or ought not to happen (Pernyataan tentang apa yang seharusnya atau tidak seharusnya terjadi / dilakukan) Terfokus ke pembicara / penulis yang mengangkat isu.•
Abstract nouns, misalnya policy, government,dsb.•
be, doesn’t seem to be dsb.•
Action verbs, misalnya We must act, dsb.•
Thinking verbs, misalnya I believe, dsb•
Modal verbs, misalnya we must preserve, dsb
• Modal adverbs, misalnya certainly, wem dsb.
• Connectives, misalnya firstly, secondly, dsb
• Simple present tense
• Kalimat pasif
• Bahasa evaluatif, misalnya important, valuable, trustworthy, dsb.

Review Text is
To critique an art work, event for a public audience. It includes movies, TV shows, books, plays, operas, recordings, exhibitions, concerts, and ballets. (Melakukan kritik terhadap peristiwa atau karya seni untuk pembaca atau pendengar halayak ramai, misalnya film, pertunjukan, buku, dll.)

a. Orientation: places the work in its general context often by comparing it with others of its kind (Menempatkan karya tersebut dalam konteks secara umum seringkali dengan membandingkan karya lain yang sejenis).
b. Interpretive Recount: summarizes the plot or / and provides an account of how the reviewed rendition of the work came into being. (Memberikan ringkasan alur dan atau Menafsirkan karya itu, struktur ini biasa ada atau tidak ada dalam suatu review).
c. Evaluation : Provides an evaluation of the work and / or its performance or production (Memberikan evaluasi tentang karya atau pementasannya). • Terfokus pada partisipan tertentu;
• Menggunakan:
• adjectives menunjukkan sikap, seperti bad, good;
• klausa panjang dan kompleks;
• metafor.

Discussion Text is To present (at least) two points of view about an issue (Membahas suatu maslah yang paling tidak dipandang dari dua sudut pandang)
a. Issue : Statement (Pernyataan tentang hal yang dibahas)
b. Arguments for and against or statemetn of differingv points of view (Argumen yang mendukung atau melawan pernyataan).
c. Point d. Elaboration (Penjelasan)
e. Conclusion or Recommendation (Ringkasan atau rekomendasi)

a. general nouns untuk menyatakan kategori, misalnya uniforms, alcohol, dsb,
b. relating verbs untuk memberi informasi tentang isu yang didiskusikan, misalnya smoking is harmful, dsb.
c. thinking verbs untuk mengungkapkan pandangan pribadi penulis, misalnya feel, believe, hope, dsb.
d. additives, contrastives dan causal connectives untuk menghubungkan argumen, misalnya similarly, on the hand, however, dsb.
e. detailed noun groups untuk memberikan informasi secara padu, misalnya the dumping of unwanted kittens, dsb.
f. modalities, seperti perhaps, must, should, should have been, could be, dsb
g. adverbials of maner, misalnya deliberately.

News Item Text is To inform readers, listeners, or viewers about events of the day which are considered newsworthy or important (memberitahukan kepada pembaca, pendengar, atau penonton tentang sebuah peristiwa atau kejadian yang penting).

a. Newsworthy events: Penceritaan kembali tentang Ringkasan kejadian.
b. Background Events : Menjelaskan apa yang terjadi, kepada siapa dan dalam kondisi seperti apa.
c. Source : komentar – komentar oleh para saksi, pelaku, pejabat setempat, atau ahli dalam kejadian tersebut.

a. Terfokus pada orang, binatang, benda tertentu;
b. Menggunakan action verbs, misalnya eat, run;
c. Menggunakan keterangan waktu dan tempat;
d. Menggunakan past tense;
e. Disusun sesuai dengan urutan kejadian

Explanation Text is Menerangkan proses yang berlangsung dalam pembentukkan atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan gejala – gelaja / fenomena sosio budaya.
a. A general statement : Pernyataan umum
b. A sequenced explanation : Penjelasan secara brerurutan mengapa atau bagaimana sesuatu terjadi.

a. general dan abstract nouns, misalnya word chopping, earthquakes;
b. action verbs;
c. simple present tense;
d. passive voice;
e. conjunctions of time dan cause;
f. noun phrase, misalnya the large cloud;
g. abstract nouns, misalnya the temperature;
h. adverbial phrases;
complex sentences;
bahasa teknis;

Jumat, 25 September 2009

My School

MEMBEDAH POTENSI DAN KREATIVITAS SISWA
BERSAMA MA NEGERI 1 AMBON

PENDAHULUAN
Madrasah Aliyah Negeri 1 Ambon adalah lembaga pendidikan menengah berciri khas Agama Islam dan bernilai sama dengan SMU. Hal ini didasarkan pada: (1). Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang pendidikan menengah, (2). Keputusan Mendikbud Nomor 0489/U/1992 tentang Sekolah menengah Umum, (3). Keputusan MENAG RI Nomor 370 Tahun 1993 tentang Madrasah Aliyah.

Siswa Madrasah Aliyah memperoleh keuntungan ganda karna disamping mendapat pengetahuan agama juga dibekali dengan pengetahuan umum yang sama dengan SMU Plus Keterampilan Komputer, Tata busana dan Kursus Bahasa Inggris serta Bahasa Arab bagi para siswa secara gratis. Pemikiran ini diformulasikan dalam paket paket yang sangat akurat dan representatif untuk mengantarkan lulusannya memasuki jenjang pendidikan tinggi dan dunia kerja bagi mereka yang mmenjadikan jenjang madrasah sebagai program terminal.

Dengan peran yang semakin jelas dan mantap dalam keseluruhan sistem pendidikan, MA Negeri 1 Ambon telah berupaya menjalin kemitraan dengan berbagai komponen untuk meningkatkan kwalitas out put yang mengacu pada kebijakan desentralisasi pendidikan menyongsong paradigma Pendidikan Berbasis KTSP.

Rabu, 23 September 2009

OSIS MAN 1 Ambon Angkatan 2008-2009


Setelah fakum kepengurusan Osis selama kurunwaktu 1 semester kini telah terpilih dan dilantik secara resmi kepengurusan osis yang baru MA Negeri 1 Ambon.
Adapun Teman2 Pengurus Osis terpilih adalah :
1.Yasir Rabbani Attamimi ( Ketua )
2.Rismanto ( Wakil Ketua )
3........

FOTO Anggota OSIS Angkatan 2008-2009

Senin, 21 September 2009

BELAJAR DARI EMUA COBAANMU

Bosan menjadi diriku lagi, saat melihat orang-orang beraktifitas dan bekerja keras di perusahaan, toko, di pasar-pasar, ladang dan sepanjang jalan, seakan telah menemukan siapa dirinya. Sedangkan aku kemana pergi hanya membawa nyawa. Hidup mengembang diantara arus bergulirnya waktu, terhimpit dunia yang menyesakkan dada hanyut entah sampai di mana?
Saat ketika siang terasa mentari membakar diri bagai di neraka, namun malam kujelang dengan merambah disekujur tubuh raga. Terbuang di jalanan sepi kehidupan, semua telah pergi tinggalkan aku sendiri di kegelapan malam kemana kaki melangkah seraya hampa ingin rasanya pergi jauh dan tak kembali, menyusuri sisa waktu yang ada. Dengan langkah gonta diantara hirup pikik manusia kumasuki sebuah Masjid di pusat kota agar ku dengar suara penyeru adzan di siang bolong. Di sana kusaksikan wajah-wajah teduh berbaris rapi membentuk shaf yang lurus dan rapat nyaris tiada celah. Menyatukan hati dan rasa, tak peduli semua tampak patuh pada satu komando sang iman, menyebut asma Allah lantang terdengar hampir ke seluruh penjuru bahkan sampai ke ujung sana.

Seusai sholat Dhuhur, aku duduk sejenak di antara pilar-pilar masjid yang kokoh merenung dalam-dalam dan bertanya dalam hati, aku ingin menjadi seperti siapa?
Dalam kegaulan sukma tak terasa air mata menetes lembut di wajah seolah gambaran hidup dihati hampa. Sesaat kemudian ada seorang laki-laki datang menyapa, Assalamu’alaikum .... aku menoleh pelan tak menjawab, cepat mengusap air mata. Dia ulangi lagi, Assalamu’alaikum ..... wa’alaikum salam jawabku. Dia ulurkan tangannya kami berdiri saling berjabat tangan lantas duduk kembali bersila saling berhadap-hadapan, dia sebut namanya, aku pun demikian.
Kutatap wajahnya penuh tanya.
Dia tersenyum lembut bersahaja “dari mana?” sapanya.
Dari sini saja jawabku. Aku datang dari seberang, di pusat peradaban Agama Allah SWT, kesini ingin sampaikan risalah Illahi maksud hidup sejati.
Maksud hidup sejati seperti apa? Tanyaku!
Apa engkau sudah mengenal Rabbmu? Apa engkau sudah mengenal Rasulmu?
Aku diam tak menjawab sambil menggeleng kepala
Apakah engkau ingin mencari tahu tentangnya?
Katanya lagi
Ya, aku mengangguk pelan sambil bertanya
“Aku harus menjadi seperti siapa??”
Apakah engkau tidak mempunyai siapa-siapa.
Ya, aku seorang yang tak bertahta yang telah bimbang dalam perjalanan hidup ini.
Kemana aku pergi hanya membawa nyawa.
Bukan, engkau telah memiliki sesuatu.
Tapi tampaknya engkau tak pernah tahu.
Siapa itu?? Kataku lagi!
Allah dan Rasul-Nya
Lantas laki-laki itu pergi meninggalkan aku sampai di pintu gerbang akupun beranjak untuk mengejarnya. Kupegang tangannya dari belakang dan akupun bertanya lagi. “Aku harus menjadi seperti siapa??” kataku keras.
Jadilah seperti dia
Siapa maksudmu?
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam
Bagaimana mungkin?
Ya, cintailah dia kerjakan apa yang diperintahkan dan tinggalkanlah apa yang dilarang.
Karena dia adalah kesempurnaan hidup sejati. “Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarang bagimu, maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah “ (QS. Al-Hasyr : 7).
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzab : 21)
Lantas akupun berjalan mengikuti jejak rasul, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam....
○○○


TRAGEDI DI MALAM TAHUN BARU
Malam ini adalah hari penghujung tahun, sebentar lagi pukul 24.00 WIB. Aku merayakannya seperti tahun-tahun sebelumnya, pergi kepuncak bersama teman-teman merayakan pergantian tahun dengan terompet dan hura-hura.
“Ya Allah! Ririn seharusnya kamu itu intropeksi diri apa yang telah kamu lakukan selama setahun ini, sudah banyak belum yang dipersiapkan untuk bekal di akhirat nanti”, kata kak Roni, bukannya dengan hura-hura.
Sebel-sebel, sebeeeeeeel ... Mau marrrraah rasanya, lagi-lagi kak Roni melarangku untuk keluar rumah. Selang beberapa menit kemudian, kulihat suasana mulai sepi sambil berjalan pelan sampai-sampai kulepas sendalku dan berjalan mengendap-gendap hingga keluar tepat diberanda rumah. Bebas .... kuberjalan mendekati teman-teman segengku yang sejak tadi menunggu tak jauh dari rumahku.
Orang-orang mulai mengerumuni lapangan, aku dan teman-teman beridiri tepat di tengah-tengah lapangan kota. 1 ..... 2 ..... 3..... mercun mulai menghias langit bertuliskan “SELAMAT TAHUN BARU’ diiringi tiupan terompet serta sorakan ribuan orang disekitar kami. Tiba-tiba sebatang mercun jatuh tepat dihadapanku, aku mencoba menghindarinya, sesak diantara ribuat orang yang padat. Begitu pasrah, hingga terbakar tepat mengenai betisku, aku menangis dikerumunan orang, aku tak mampu berjalan lagi, teman-temanku mulai mengangkatku pulau kerumah Dilla. Setiba ku di sana aku hanya bisa menangis, kotak P3K nya mana, tidak ada. Ini bukan dirumahmu semuanya ada”, sahut Dilla, aku hanya bisa mengangguk,.
Rin .... dari pada kamu menangis kesakitan mendingan lo minum aja obat ini, biar kamu tidak kesakitan ... gue minum obat ini kalau gue ... ada banyak masalah dan dalam keadaan seperti mu”. Tanpa sadar kuambil pil-pil yang berada ditangannya, aku menelannya sebutir, ah kurang, dua butir masih kurang, akhirnya kuhabiskan semua pil yang ada dalam bungkusan itu, berharap rasa sakit ini segera hilang, oh kepalaku ... sakit .... sakit .... saking tak tertahankan aku tertidur, tidur yang panjang.
Kutatapi ruangan serba putih in, matikah aku? Ruangan berukurang 4 x 5 m ini terasa sesak buatku, kulihat papi dan mama menangis di sudut ruangan tidak berani mendekat kearahku, oh .... aku memang bukan anak kesayangan mereka. Mengapa tidak lebih banyak saja kuminum pil anjing itu biar ku mati saja, tidak ada yang memperdulikanku. Ha .... kulihat wajahnya pucat, ....... dia menangis, kak, Roni ku menangis. Karena akukah? Aku bangun tidak mengindahkan rasa sakitku dan memeluknya, aku menyesal tidak peduli akan nasehatmu, semuanya hu .... hu ....
“Aku tertidur? Tidur yang lama sekali jawabnya.
“Maafkan kak Roni, kak Roni salah ... terlalu keras denganmu, kak Roni sayang sama kamu, kak Roni ingin kamu tidak terjerumus kejalan yang salah, dan menjadi akwah saliha ... yang dekat sama Allah.”
Kini hari-hari kuisi di atas kursi roda, tubuhku lesu tak bertenaga, pil-pil itu membuatku rapuh ditambah luka bakar dikakiku serta rasa trauma yang begitu dahsyat berbekas diingatanku. Setahun sudah, aku terbangun dari kepurukan.
Hari ini adalah hari penghujung tahun, luka ku sudah sembuh namun masih meninggalkan bekas dan trauma. Seperti setahun yang lalu aku pasti merayakannya dengan terompet, hura-hura, kepuncak dan dansa-dansa, tapi hari ini .... semenjak peristiwa di rumah sakit aku lebih memaknai hidup. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya dan semua hal yang bermanfaat kalau diniatkan untuk Allah adalah ibadah. Subhanallahu konsep hidup yang indah, jadi aku tetap bisa bersekolah, berolahraga dan beraktifitas, lainnya karena semua itu juga akan bernilai ibadah.
“Akhwat salihah itu adalah akhwat yang mentaati Allah dan Rasulnya”
Sebulan kemudian, berita duka menyelimuti keluarga kami “Kak Roni kecelakaan saat dalam perjalanan panjang pulang, bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan”. Dugh ibu pingsang lagi.
Aku mencintaimu kak Roni, kau kakaku satu-satunya, terlalu epat engkap pergi. Kau akan slalu ku ingat, “Akhwat salehah itu adalah akhwat yang mentaati Allahdan Rasulnya.” Akan ku lakukan menjadi Akhwat salihah untukmu karena Allah. Segumpal tanah sebagai penghormatan terakhir beserta doaku. Lagi-lagi mataku mulai menganak sungai. “Selamat jalan kak Roni”.
○○○